Perlu berlembar lembar untuk menjawab pertanyaan di atas. Poin utamanya adalah ini: setiap orang yang peduli akan kesejahteraan diri, keluarga serta membutuhkan jaminan bagi masa depan dan kenyamanan hari tuanya, pelan tapi pasti akan menengok investasi sebagai sebuah jawaban.
Bukan bermaksud melebih-lebihkan, di kota kota besar pada umumnya, kegiatan menabung kini sudah mulai kehilangan pendar kemilaunya. Alasannya jelas: ini karena suku bunga tabungan atau imbal hasil yang ditawarkan oleh bank selalu dibayang-bayangi gerusan inflasi dari waktu ke waktu. Orang yang cermat dalam hal keuangan pribadi tentu tak mau terperangkap di dalamnya.
Dus, peran tabungan mulai terbatas sebagai sarana keluar masuk uang atau cash flow saja. Fungsinya bergeser menjadi sebatas alat pembayaran belaka. Sementara itu di sisi lain, tarikan ke arah investasi sebagai sebuah gaya hidup dan sarana membangun asset pribadi kian merebak dan menjadi topik perbincangan hangat di mana mana.





















